Jumat, 30 Desember 2011

PORSENI MTs TINGKAT KABUPATEN MAJALENGKA MTsN TALAGA KELUAR SEBAGAI JUARA UMUM

Majalengka ONLINE
Pekan Olah Raga dan Seni (PORSENI) Tingkat MTs (Madrasah Tsanawiyah), se Kabupaten majalengka Tahun 2011, (21/12) dibuka oleh kepala kementrian agama kab, majalengka Maksud dari penyelenggaraan PORSENI Tingkat Kabupaten majalengka Tahun 2011 adalah untuk memberikan kesempatan bagi pelajar guna mengembangkan bakat, minat serta prestasi siswa dibidang olahraga dan seni. Pekan Olah Raga dan Seni (PORSENI) merupakan kegiatan yang sangat positif sebagai sarana pembinaan generasi muda, Siswa-siswi madrasah merupakan generasi penerus bangsa yang diharapkan memiliki kemampuan fisik yang kuat melalui kegiatan olahraga. Disamping itu untuk meningkatkan pembibitan dan pembinaan olahraga secara pretasi harus dilakukan dengan sistematis dan komprehensif melalui lembaga-lembaga pendidikan
“Dengan dilakasanakannnya lomba PORSENI ini merupakan bentuk kreatifitas dalam memasyarakatkan olahraga melalui lembaga pendidikan madrasah. Oleh karena itu, kami berharap bahwa lomba ini tidak semata – mata untuk memperoleh juara tapi untuk melihat sejauh mana prestasi siswa-siswi dan bakat dari masing-masing madrasah” demikian di katakana kepala kementrian agama kab, majalengka saat di hubungi.
Madrasah Tsanawiyah Negeri talaga jadi tuan rumah Pekan Olahraga Seni (Porseni) se-kabupaten majalengka yang di adakan setiap tahunnya. Porseni yang dipusatkan di MTs. Negeri,jln jendral sudirman talaga di ikuti sebanyak 26 KKM (kelompok kerja Madrasah) yang ada di kabupaten majalengka dalam acara tersebut dihadiri oleh kepala sekolah madrasah aliyah, madrasah tsanawiyah, madrasah iptidaiyah. Kepala KUA dan pengawas, se-kab, majalengka serta masyarakat sekitar.dalam porseni ini Madrasah Tsanawiyah Negeri keluar sebagai juara umum tingkat kab, majalengka dengan perolehan 5 emas, 3 perak, 2 perunggu,
Menurut ketua panitia PORSENI Drs H.Maman Abdurahman MPd, yang didampingi Taopikin Hidayat S.pd. saat di hubungi memaparkan “tujuan PORSENI adalah sebagai evaluasi terhadap pembinaan olahraga pelajar, meningkatkan daya tahan tubuh pada diri peserta didik, melahirkan peserta didik yang memenuhi standar kompetensi pendidikan jasmani dan seni budaya baik penguasaan konsep ataupun penerapannya, memupuk dan menggalang rasa persatuan dan kesatuan, sebagai sarana penyaluran bakat, minat dan penjaringan atlit guna menghadapi kegiata PORSENI Pelajar ke tingkat yang lebih tinggi serta meningkatkan kualitas hasil pembelajaran. Ditambahkannya bahwa dengan Porseni ini sebagai wahana untuk menjaring siswa berprestasi untuk mengukur kemampuan atlet Madrasah Tsanawiyah se Kabupaten majalengka dalam rangka meningkatkan prestasi yang lebih tinggi.”paparnya
Kepala Madrasah Tsanawiyah Negeri talaga Drs H.Maman Abdurahman MPd, merasa bangga dengan prestasi yang diraih siswa-siswi MTsN talaga Yang menjadi juara umum PORSENI tingkat kab, majalengka.”Alhamdulillah siswa-siswi kami mendapatkan juara umum, untuk menjadi juara umum itu tidak mudah berbagai sarana dan fasilitas sekolah benar-benar di siapkan seperti area host pot, internet, pengantar bahasa inggris, selain kelas unggulan juga ada kelas atlit yang masuk lewat seleksi dengan pelatih yang sudah profisional, terobosan ini merupakan strategi dalam pembelajaran baik akademik maupun non akademik.”Ujarnya (AUDIN)

DANA REHAB GEDUNG SDN II LAMPUYANG DI SOAL

Majalengka ONLINE
Sekolah Dasar Negeri (SDN) I lampuyang yang terletak di desa lampuyang,kecamatan talaga kabupaten majalengka tahun 2011 mendapat bantuan rehab bangunan sekolah. Alokasi dana senilai Rp 167 juta yang bersumber dari APBN-P. ada dugaan jika pengerjaan proyek rehab yang dilakukan swakelola ini sarat dengan banyak masalah. Selain pengerjaan yang terkesan asal jadi, Indikasinya, terlihat dari banyaknya material bekas yang disinyalir dipasang kembali. Seperti kayu usuk tidak diganti, genteng bekas di tukar tambahkan ulang serta tiang hanya dipoles. (Pengecatan)Selanjutnya, tembok bangunan kelas hanya ditambal seperlunya kramik pun disinyalir tidak diganti. “Memang banyak material yang tidak diganti,” kata Sudirman S.pd. kepala sekolah.dan menurutnya “ini sesuai perintah orang dinas. “Kalau memang material masih bisa dipergunakan pakai saja, makanya kita mengikuti perintah itu, ” ujarnya.
Sementara menurut H. Sahdi h S.pd kepala UPTD kecamatan talaga saat di komfirmasi “SDN I lampuyang benar mendapatkan bantuan rehab dari dana APBN-P namun kepala sekolah tidak ada koordinasi dengan kami berbeda dengan SDN jatipamor dan SDN II mekaraharja yang sama mendapatkan bantuan kedua SDN tersebut selalu kordinasi tapi dengan SDN I lampuyang kurang kordinsi “ kami juga belum melihat proyek rehab di SDN I lampuyang karena baru masuk sehabis cuti Tandasnya
Menaggapi hal tersebut kepala dinas pendidikan kebupaten majalengka Drs. H sanwasi MM yang didampingi KABID sarana Drs. H Elon Sukalam mengaku baru mendapat informasi tersebut, dan berjanji akan turun untuk mengawasi jalannya rehabilitasi fisik di se-tiap sekolah. Menurutnya, se-tiap sekolah sudah diberi surat perintah kerja dan pembangunan-nya harus sesuai RAB..
Namun ditegaskannya, jika memang terbukti ada penyim-pangan, maka akan dilakukan pembinaan dan sanksi sesuai aturan yang berlaku. Walaupun demikian,. mengaku peng-awasan bakal memakan waktu tak sebentar mengingat jumlah sekolah yang banyak

Rabu, 07 Desember 2011

TIGA FRAKSI DPRD MAJALENGKA TOLAK PEMBELIAN MOBIL DINAS

majalengka

Rencana pembelian kendaraan dinas baru (Mobdin) oleh Pemkab Majalengka pada tahun anggaran 2012 dinilai sebagai salah satu bentuk belum pro rakyatnya APBD Majalengka.Rencana pembelian Mobdin baru yang nilainya sekitar Rp.4,9 milyar bukan merupakan satu kebutuhan yang mendesak dan tidak bersentuhan langsung dengan public.

Pembelian Mobdin baru juga tidak sejalan dengan apa yang selama ini di dengungkan bupati Trisno,efisiensi anggaran.Kalaupun Pemkab melalui Setda Rahmat Ali menyebutkan pembelian Mobdin merupakan salah satu kebutuhan yang mendesak,maka perlu diikuti dengan pemberian informasi yang benar mengenai asset kendaraan dinas yang dimiliki Pemkab Majalengka.Hal itu ditegaskan para anggota ketiga fraksi yang secara terbuka menyatakan penolakan terhadap rencana pembelian mobil dinas baru yang belakangan juga ditentang elemen masyarakat Kota Angin.

Anggota Fraksi PPP Ali Imron Amd menegaskan,pihaknya sangat tidak sependapat dan sangat berkeberatan dengan pembelian mobil dinas baru.Pasalnya saat ini masih banyak kebutuhan masyarakat yang jauh lebih penting dan mendesak dibiayai pemerintah.”Kalau kita ke daerah banyak jalan yang rusak atau,saluran irigasi yang mestinya mendapatkan prioritas dibiayai perbaikan atau pembangunannnya,”tegasnya.

Senada di sampiakan Ir Sumpena dari Fraksi Patriot Bangsa.Menurut dia,pembelian mobil saat ini belum menjadi satu kebutuhan yang harus sudah dipenuhi.Adanya fasilitas kendaraan memang diperlukan,namun harus dilihat dan di pilah mana yang perlu di dahulukan,kenyamanan pejabat dalam bertugas atau kebutuhan rakyat yang penyediaanya langsung bersentuhan dengan kelangsungan kesejahteraan,seperti perbaikan infrastruktur jalan,”tandasnya.

Sedangkan Deden Hardian Narayanto ST dari Fraksi PKS menandaskan,sejauh ini pihaknya melihat fasilitas kendaraan dinas yang dimiliki Pemkab Majalengka sudah mencukupi.Begitu juga dengan kondisinya yang masih terhitung cukup baik.Sehingga akan lebih baik bila anggaran yang hampir 5 milyar itu dialokasikan pada pos belanja lainnya,terutama pada pos-pos yang manfaat atau dampaknya dapat dirasakan langsung oleh masyarakat.”Kalau Setda mengatakan itu mendesak,maka perlu dijelaskan lebih jauh mendesaknya seperti apa,”katanya.

Sementara itu Forum Peduli Lemah Cai (FPLC) Majalengka,menilai pendapat Setda Majalengka yang menyebutkan pembelian Mobdin mendesak harus dijabarkan lebih jauh.Perlu disampaikan pada public berapa sebenarnya asset Mobdin yang di miliki Pemkab Majalengka saat ini.Hal itu penting agar tidak ada kecurigaan public pada keinginan pemerintah yang akan melakukan pembelian mobil baru.”Jangan hanya bilang mendesak,mendesaknya seperti apa.Karena pada kenyataannya kendaraan dinas yang dimiliki Pemkab Majalengka masih cukup layak dan memenuhi,camat saja mobdinya sudah AVP apa masih kurang bagus,”ujar Dadang Hidayat dari FPLC.

Kamis, 01 Desember 2011

PESAWAT CESSNA AKHIRNYA DI TEMUKAN DI KAWAH BURUNG GUNUNG CIREMAI


Majalengka

Pesawat Cessna 172 milik Nusa Flying International School akhirnya ditemukan di kawasan Gunung Ciremai bagian barat. Pesawat tersebut ditemukan tepat di puncak Gunung Kawah Burung, Desa Cikaracak, Kecamatan Argapura, Kabupaten Majalengka, (28/11).
Pesawat tersebut ditemukan oleh warga Desa Cikaracak dan tim Wanadri yang melakukan penyisiran sejak Kamis (24/11) lalu di kawasan Gunung Ciremai.
Proses evakuasi jasad awak pesawat Cesna 172 Skyhawk PK NIP yang karam di Kawah Burung Lereng Gunung Ciremai berhasil membawa turun 3 jenazah pesawat naas yang hilang kontak sejak 16 Nopember lalu. Meskipun proses evakuasi tidak berjalan mulus seperti yang direncanakan tim sebelumnya karena medan yang mesti dilalui 215 personel dari tim gabungan Basarnas, TNI-Polri, Wanadri, serta masyarakat sekitar.Keberangkatan tim evakuasi yang memulai rute pendakian dari pos 1 TNGC Desa Argalingga selasa dini hari (29/11/), direncanakan akan tiba kembali di lokasi semula selasa siang sekitar pukul 13.00. Akan tetapi, "paket" baru bisa sampai ke lokasi awal 4 jam lebih lambat dari jadwal semula. jasad pertama yang diyakini merupakan jasad Kapten Partogi Sianipar tiba di lokasi Pos I pada pukul 16.30 ditandu oleh tim Kodim 0617 Majalengka. Jasad tersebut lantas segera dimasukan kedalam ambulance milik Pemda Majalengka bernomor polisi E7034U. Selang 10 menit berikutnya jasad yang diyakini Sebagai Agung Febrian menyusul ditandu oleh Basarnas dan kesatuan Brimob dan segera dimasukan kedalam ambulan Dokpol Polres Kota Cirebon. 15 menit setelahnya, jasad terakhir yang diyakini sebagai Muhammad Fikriansyah ditandu oleh kesatuan Kostrad 321 Galur Taruna dan Polres Majalengka
Dengan demikian, waktu tempuh jenazah oleh tim evakuasi memakan waktu hingga 17 jam, atau molor 4 jam dari jadwal yang telah dicanangkan sebelumnya. Kordinator Basarnas Wilayah III Cirebon, Suyatno mengatakan, keterlambatan jadwal dari rencana awal ini lebih disebabkan oleh medan yang cukup terjal dan cuaca buruk yang terjadai sepanjang hari tersebut. "Medanya masih ‘perawan'. Jadi, untuk datang ke lokasi kami babad semak belukar dulu. Itu yang menjadi kendala keterlambatan ini," ujar Suyatno, Disamping itu, kondisi cuaca yang buruk, juga membuat proses evakuasi yang dikomandoi oleh Dandim 0617 Majalengka Lekol Inf Asep Nugraha ini mesti merubah cara menurunkan jasad korban. "Turunya estafet, jadi ada tim yang di TKP (Kawah Burung) yang bertugas mengeluarkan jasad dari bangkai pesawat. Tim lainya bersiaga di jarak beberapa ratus meter dibawahnya. Nanti jasadnya dioper dari tim yang diatas ke tim yang dibawahnya," ujar Suyatno.
Menurutnya, upaya ini dilakukan untuk mengefisiensi kondisi fisik tim evakuasi yang dikhawatirkan mengalami kelelahan usai begadang semalaman dengan kondisi cuaca pegunungan yang ekstrim. "Turunya estafet, jadi ada tim yang di TKP (Kawah Burung) yang bertugas mengeluarkan jasad dari bangkai pesawat. Tim lainya bersiaga di jarak beberapa ratus meter dibawahnya. Nanti jasadnya dioper dari tim yang diatas ke tim yang dibawahnya," ujar Suyatno.
Lebih lanjut dia mengatakan, posisi jasad korban saat ditemukan terjepit di kokpit karena hidung pesawat hancur dan posisinya menghadap kebawah. Sehingga posisi ketiga jasad korban ini nyaris bertumpukan dengan bagian punggung jasad menghadap keatas. , untuk mengeluarkan jasad korban dari bangkai pesawat, petugas terlebih dahulu menarik ekor pesawat dengan tali untuk mendatarkan posisi pesawat yang sebelumnya tersungkur ini, hingga jasad para korban bisa dikeluarkan dan langsung dimasukan kedalam kantong jenazah dan diturunkan ke pos awal.
Meski demikian, prosesi evakuasi jasad tidak lantas selesai sampai disitu. Agenda seremonial penyerahan jasad korban dari Kordinator Pencarian Basarnas Roki Asikin, Danyonif 321 Galuh Taruna Letkol Inf Gatot Heru Buana, dan Ketua Tim SAR Cessna Brimob Kelapa Dua Depok Kompol James Hutagaol, kepad Bupati Majalengka Sutrisno. Dilanjutkan dengan penyerahan jenazah dari Bupati Sutrisno kepada Kepala Sekolah Nusa Flyinh International Sugeng Triyono, yang langsung menyerahkanya kepada pihak keluarga untuk dilakukan otopsi di RSUD Majalengka oleh tim Inafis Polda Jabar

Kamis, 24 November 2011

HUT PGRI DI KECAMATAN MAJA MERIAH

Majalengka
25 November ditetapkan sebagai Hari Guru Nasional yang diperingati bersama hari ulang tahun PGRI (Persatuan Guru Republik Indonesia). Hari Guru Nasional bukan hari libur resmi, dan dirayakan dalam bentuk upacara peringatan dan di gelar berbagai perlombaan,
Ditetapkan peringatan tersebut sebagaimana telah ditetapkan Pemerintah Republik Indonesia melalui Keputusan Presiden Nomor 78 Tahun 1994 yang kemudian dimantapkan melalui Undang-Undang Nomor 14 Tahun 2005 tentang Guru dan Dosen.
Menyambut hari ulang tahun PGRI ke 66 di kecamatan maja kabupaten majalengka di gelar bebagai kegiatan olahraga serta bakti sosial kebersihan. Semarak Kemeriahan Hari Ulang Tahun (HUT) Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) seluruh jajaran dewan guru, kepala sekolah hingga karyawan tata usaha dari tingkat TK, SD, SLTP, dan SLTA membaur dalam semangat perlombaan olahraga diantaranya bola voli,putra putri badminton, sepak bola, gerak jalan dan tenis meja yang dilaksanakan di tingkat kecamatan maja
Ketua PGRI kecamatan maja, Masturo Ade S.Pd. MM. menguraikan “penguatan tali silaturahmi dalam penyatuan rasa kebersamaan dan kekeluargaan adalah landasan yang mendasari diselenggarakannya peringatan HUT PGRI sekaligus Hari Guru untuk wilayah maja dengan penuangan kegiatan olahraga, Harapannya melalui kegiatan ini akan mampu memacu dan motivasi semua tenaga pendidik dalam mengemban tugasnya untuk mencerdaskan anak bangsa,dan dalam kegiatan ini tidak mengganggu KBM karena setiap yang akan bertading di luar jam pelajaran kegiatan ini sangat sederhana karena tidak memungut dana dari anggota PGRI hanya mengandalkan dana kas yang ada urai Masturo Ade saat di ditemui

Lebih lanjut Masturo Ade S.Pd. MM mengatakan “Melalui kegiatan dalam ulang tahun di tingkat dan jenjang, ini diharapkan mampu meningkatkan eksistensi PGRI, menjadikan PGRI sebagai organisasi profesi yang lebih kuat dan bermartabat, membangun solidaritas dan kesetiakawanan anggota, mampu meningkatkan semangat anggota dan mengugah pihak lain untuk berperan maksimal dalam memuliakan guru dan meningkatkan mutu pendidikan di Indonesia, termasuk menjadikan PGRI sebagai organisasi profesi guru yang kuat dan bermartabat. Serta selalu solid mendukung VISI dan MISI kabupaten majalengka yang telah dicanangkan oleh bupati.” Ujarnya” (AUDIN)

Senin, 14 November 2011

PEMKAB MAJALENGKA TUTUP MATA Tanah Negara Di Explotasi Pengusaha Galian C Nakal

Majalengka

Cukup risau menyaksikan maraknya aksi penambangan galian C di wilayah desa silihwangi kecamatan bantarujeg kabupaten majalengka Kondisi dilematis tersebut seiiring pengusaha tambang yang telah membayar retibusi tambang galian C ke desa sehingga tak menghiraukan pengurusan izin di tingkat kecamatan.ataupun pemerintah kabupaten
Saat ini saja terdapat banyak area lokasi tempat galian C jenis batu granit yang menggunakan eskavator (beko) sedang berlangsung di lapangan dan belum memiliki izin dari pemerintah setempat, sesuai ketentuan dan aturan yang berlaku. Bahkan salah satu diantaranya diduga mengambil tanah dari lahan Milik Negara . Sedangkan sebelumnya, beberapa tempat pekerjaan galian C yang tidak memiliki izin juga ditemukan.
Menurut Seorang sopir truk kepada Wartawan dilokasi galian mengatakan bahwa sehari hanya dapat mengangkut 2 trip, karena lokasi (penjualan)batu galian agak jauh dan diakuinya karena banyak mobil-mobil yang beroperasi bukan hanya saya masih ada yang lainya sementara di lokasi ini hampir ratusan kendaraan pengangkut. "Terkait izin kami tidak mengetahuinya, persis " ungkap sang sopir.
H B salah seorang pengusaha beberapa waktu lalu mengakui ada kegiatan pekerjaan galian C.”Sebetulnya kami ingin punya surat izin dari pihak terkait ingin menempuh aturan sesuai dengan ketentuan pemerintah tapi mungkin sikon aja yang kurang mendukung
Menurut ajat sudrajat kutua LSM majalengka “keberadaan Galian C tersebut merusak lingkungan, namun untuk kalangan masyarakat tertentu galian C menguntungkan. kondisi lingkungan hidup di Kabupaten majalengka saat ini sangat ironis, disatu sisi lingkungan di Kabupaten majalengka semakin hancur, di sisi lain, sebagian masyarakat membutuhkan Galian C ini sebagai penghidupan demi memenuhi kebutuhan keluarganya. Seperti halnnya yang terjadi desa silihwangi galian C (tambang batu granit). (audin)

MTsN TALAGA BERBENAH DIRI UNTUK PRESTASI

Majalengka

MTs Negeri talaga yang belokasi di jalan jendral sudirman no 33 kecamatan talaga kabupaten majalengka,terus menerus berikhtiar untuk menjadi Sekolah yang mampu menyediakan pelayanan dan pembelajaran terbaik sebagaimana yang diharapkan oleh orang tua/wali murid dan masyarakat.
Dalam rangka mencapai tujuan mulia tersebut, MTsN talaga selalu melakukan terobosan dan strategi dalam bidang pembelajaran pendidikan agama serta akademik. Selalu membaca perubahan sosial dan kebutuhan pendidikan dewasa ini. “Dengan di bangunnya sarana olahraga lapangan futsal dengan anggaran 90 juta serta pemagaran sekitar sekolah serta penataan kantin sekolah MTsN talaga juga memiliki kelas unggulan dengan fasilitas infokus, ruangan ber AC,dengan jumlah siswa 35 masuk lewat seleksi. Dan sarana pendukung area host pot, internet, pengantar bahasa inggris, selain kelas unggulan juga ada kelas atlit masuk lewat seleksi belajar sampai jam 15 WIB, seminggu 3 X dengan pelatih yang sudah profisional olahraga bulutangkis pelatih adang, volley ball pelatih didin,tenis meja pelatih didin jahrudin Sag, juga BOXER, dan BAND dengan membeli peralatan baru, semua itu untuk menunjang kwalitas pendidikan. Demikian dikatakan Drs, Maman abdurahman MPd, saat di temui progresif jaya
MTs Negeri talaga saat ini memiliki 587 siswa dan di dukung dengan tenaga pengajar yang sudah handal yang terus melakukan pembelajaran untuk meningkatkan kwalitas pendidikan dari usaha keras tersebut telah membuahkan hasil yang menggembirakan bagi semua pihak karena beberapa prestasi yang telah dicapai oleh MTsN talaga di antaranya juara I dan III atas nama raisa dan nisa, di ajang MTQ ke 42 tingkat kabupaten
tidak terlepas dari visi, misi, yang dikembangkan oleh Drs H.Maman Abdurahman MPd selaku kepala madrasah Tsanawiyah visi terwujudnya sumber daya manusia yang berahlaq mulia dan mampu bersaing di era globalisasi, selain itu MTsN talaga tidak menjual LKS,
Menurut Drs H.Maman Abdurahman MPd, saat temui menjelaskan “ MTsN talaga saat ini memilki 587 siswa tidak lagi menjual LKS karena di pandang tidak perlu dengan tidak menjual LKS sekolah ini ingin terus meningkatkan prestasi pendidikan tanpa membebani orang tua karena sekolah ini mendukung siswanya aktif dalam berbagai kegiatan ekstrakurikuler, mulai tenismeja, voli, pramuka,dll,
. Dengan demikian pendidikan harus betul-betul diarahkan untuk menghasilkan manusia yang berkualitas dan mampu bersaing, di samping memiliki budi pekerti yang luhur dan moral yang baik” ujarnya” (AUDIN)