Senin, 09 November 2015

SDN II patuanan sedang giat membangun ruang kelas



Majalengka
Salah satu upaya pemerintah dalam rangka peningkatan kualitas layanan pendidikan dasar adalah meningkatkan kualitas sarana prasarana dan fasilitas pembelajaran di sekolah.seperti tahun-tahun sebelumnya  pemerintah telah berupaya untuk melakukan rehabilitasi ruang kelas atau ruang belajar mengajar disatu pendidikan baik negeri maupun swasta  sehingga diharapkan pada tahun yang akan datang tidak  ada lagi ruang belajar  baik SD maupun SMP  rusak berat.
Kepala sekolah bersama komite SDN patuanan II yang berlokasi dides patuanan kecmatan lewimundig kabupaten majalengka sedang fokus dalam urusan sarana dan prasarana. “dengan melakukan perbaikan gedung sekolah yang rusak. Program ini dipandang sangat penting untuk mendukung proses kegiatan belajar mengajar. program rehab kelas ini tentunya juga menjadi skala prioritas dalam membenahi sarana dan prasarana yang kurang memadai. karena dalam mensukseskan program pemerintah tentang pendidikan 9 tahun (wajar dikdas) yang mengiplentasikan berbagai alternatif. Sarana prasarana sangat mendukung kepada keberhasilan dari suatu proses belajar mengajar. Demikian di katakan Utin S.Pd  kepala  SDN II patuanan saat di temui media ini.
SDN patuanan II  pada tahun ini mandapatkan bantuan rehab ruang kelas dana tersebut bersumber dari APBN  dan saat ini sedang melakukan rahabilitasi ruang belajar sebanyak 3 ruang  bantuan yang diterima langsung di realisasikan sesuai dengan petunjuk teknis.
Menurut  Titin Rohayati S.Pd  kepala SDN patuanan II  saat di temui diruang kerjanya mengatakan “ bantuan yang di kucurkan oleh pemerintah yang bersumber dari APBN  tahun 2015 ini pihak sekolah bersama panitia rehabilatasi  langsung merealisasikan dana untuk merehab 3 lokal kelas namun pada pelaksanaanya menjadi 4 lokal kelas Upaya tersebut adalah pengembangan dari dana yang diterima.
  Utin S.Pd. menambahkan “ dengan bantuan yang diterima bukan berarti sekolah ini sudah tidak ada yang rusak, disekolah ini masih ada beberapa ruang kelas yang rusak dan kami berharap pada pemerintah untuk bantuan yang akan datang.

November Mendatang Guru Akan Kembali Peringati HUT PGRI




Majalengka
 setiap tanggal November diperingati sebagai Hari Guru Nasional dan Hari Ulang tahun PGRI secara bersama-sama. Pada 25 November 2015 ini. PGRI genap berusia 70 tahun. Usia yang cukup matang dan dewasa bagi sebuah organisasi. Selama kurun waktu tersebut, banyak pengabdian yang telah disumbangkan, banyak aktivitas yang telah dilaksanakan, banyak perjuangan yang telah dikerjakan, banyak kegiatan perlindungan terhadap anggota yang telah diberikan.
Di samping itu, telah juga banyak peristiwa, persoalan, tantangan, dan kendala yang telah dihadapinya. Pada tahun ini akan dilaksanakan peringatan Hari Guru Nasional dan HUT ke-70 PGRI. Ada sejumlah kegiatan yang direncanakan akan berlangsung mulai sebelum bulan November 2015 diantaranya kirab PGRI, kegitan olahraga bulutangkis, antar dinas seecamatan lewimunding serta donor darah demikian dikatakn Jamat Agus Suganda saat ditemui media ini.
Menutut ketua PGRI kecmatan lewimunding Jamat Agus Suganda S.Pd  “melalui kegiatan dalam ulang tahun november mendatang di berbagai tingkat dan jenjang, ini diharapkan mampu meningkatkan eksistensi PGRI, menjadikan PGRI sebagai organisasi profesi yang lebih kuat dan bermartabat, membangun solidaritas dan kesetiakawanan anggota, mampu meningkatkan semangat anggota dan mengugah pihak lain untuk berperan maksimal dalam memuliakan guru dan meningkatkan mutu pendidikan di Indonesia, termasuk menjadikan PGRI sebagai organisasi profesi guru yang kuat dan bermartabat.
            Lebih lanjut dia mengatakan”HUT PGRI pada november mendatang sebuah bentuk perayaan untuk semua guru yang ada di indonnesia khusnya di kecamatan lewimunding kabupaten majalengka, sebuah benrtuk penghargaan terhadap guru  karena jasa dan pengabdianya untuk mencerdaskan generasi penerus  bangsa yang memiliki budi pekerti dan wawasan yang luas, begitu besar pengorbanan seorang guru dalam mencerdaskan anak-anak bangsa, salahsatu wadah  untuk mengimplentasikan tersebut adalah ajang silaturahmi antar semama tenaga pendidikan serta mewujudkan prinsip-prinsif yang terkandung dalam tujuan pendidikan mempererat kesatuan para guru serta dians lainy yang berada di kecamatan lewimunding dengan peingkatan paham kultural dan kemajemukan mengembangkan  kreatifitas PGRI sesuai dengan motonya yaitu idahnya kebersamaan.

Klinik salagedang medika resmi dibuka oleh bupati majalengka




Majalengka
Bupati Majalengka H. Sutrisnno, SE.,M.Si meresmikan Klinik Salagedang Medika di Desa Salagedang Kecamatan Sukahaji.
 kegiatan  peresmian klinik medika salagedang  dihadiri para staf ahli bupati, para asisten, Kepala Dinas Kesehatan, para kepala OPD dan unsur muspika Kecamatan Sukahaji serta masayaraka umum.
 Menurut bupati “bidang kesehatan merupakan satu dari dua bidang yang menjadi fokus perhatian Pemerintah Kabupaten Majalengka dalam mendongkrak Indeks Pembangunan Manusia (IPM)  karena sektor kesehatan yang masih rendah. Oleh karena itu Pemerintah daerah membuka ruang seluas-luasnya kemitraan dengan pihak manapun yang memberi pelayanan kesehatan.
"Ini penting bagi pemerintah daerah, sehingga pemda Majalengka membuka ruang seluas-luasnya kemitraan guna memberi pelayanan kesehatan kepada masyarakat. Tugas pemerintah menjadi ringan dan berdirinya klinik sangat membantu upaya-upaya pelayanan kepada masyarakat." Tegasnya
Menurut H. Sutrisnno, SE.,M.Si  “yaitu memberi pelayanan, melaksanakan pembangunan dan memberi perlindungan kepada masyarakat, hadirnya klinik-klinik kesehatan meringankan tugas pemerintah dan sangat membantu upaya pelayanan kesehatan.
Sementara menurut Dokter Taofik burhan selaku pemilik klink saat di wawancara media ini mengatakan “alhadulilah kegiatan peresmian berjalan lancar dengan kehadiran bupati majalengka yang menyempatkan hadir untuk meresmikan klinik, kami ucapakan terima kasih kepada bupati majalengka,muspika kecamatan sukahaji serta  kepada masarakat setempat yang hadir dalam acara ini.
Dia menjelaskan “kehadiran klinik salagedang medika sebagai mitra dari puskesmas. Klinik media memberi pelayanan untuk tingkat pertama mudah-mudahan kedepanya untuk lebih ditingkatkan’ klinik salagedang medika memiliki tiga  dokter  umun dan tujuh orang karyawan bidang perawatan, bidan, apotker serta asisten apotek, untuk gawat darurat bagi pasien yang tidak mampu atau tiadak punya biaya datang saja kesini kami selalu memberi pelayanan. Ujarnya

OKNUM SAPRAS DINAS PENDIDIKAN MAJALENGKA DIDUGA BERMAIN DALAM DANA REHAB SEKOLAH




Majalengka
            Jumlah dana rehabilitasi yang dialokasikan kementrian pendidikan dan kebudayaan (kemendikbud) untuk perbaikan ruang kelas mulai dari skala rusak ringan, sedang hingga berat di berbagai wilayah nusantara sanagat besar. Namun hal ini justru dimanfaatkan oleh oknum yabg tidak bertanggungjawab
Sekolah-sekolah penerima bantuan rehab gedung sekolah selalu menjadi incaran para pengusaha dan ada saja hal yang selalu menjadi topik untuk meraup keuntungan utamanya di bidang pegadaan bahan material banguanan, semuanya tidak terlepas dari peran serta alias bermain dengan oknum dinas pendidikan kabupaten,
turunya bantuan sarana pendidikan bagi sekolah yang mendapatkan dana rehab diduga dijadikan ajang untuk mencari keuntungan oleh salahseorang oknum stap sarana dinas pendidikan dari turunya anggaran untuk rehab gedung sekolah dengan modus menggiring atau mengarahkan kepala sekolah agar membeli bahan material salahsatuanya genteng kepada perusahaan yang ditunjuk oleh stap sapras berinisial DG dari penggiringan tersebut DG diduga meraup keuntungan dari pihak perusahaan dengan modus bermain harga bahan material.
DG saat dikomfirmasi media ini berdalih” sebelumnya ada saudara AGS yang datang ke kami dan menawarkan bahan material jenis genteng kepada sekolah penerima  rehab ruang kelas dana bantuan dari pemerintah.
Lebih lanjut dia berdalih “ kami tidak pernah mengarahkan kepala sekolah untuk membeli genteng ke saudara AGS tapi AGS sendiri mingkin menjual nama saya(dinas pendidikan)  supaya dipercaya oleh para kepala sekolah. Ujarnya.
Menangapai muculnya informasi adanya oknum dinas yang menjual genteng pada para kepala sekolah Tanti Rahmawati S.Ip kabid sarana saat ditanaya awak media  “ pihak dinas akan mengomfirmasi dari berbagai sumber termasuk DG selaku stap SAPRAS dinas pendidikan serta kepala sekolah penerima dan bantuan apakah benar ada oknum dan mengatakan dari dinas pendidikan dengan menyalahgunakan wewenang dan kekuasannya dengan memanpaatkan turunya dana rehab gedung sekolah untuk meraup kentungan pribadi
Menurut Tanti Rahmawati S.Ip kabid sarana mengatakan “bantuan rehab gedung sekolah adalah murni swakelola panitianya adalah P2S dengan melibatkan orang tua siswa segala sesuatuanya adalah tanggung jawab kepala sekolah karena uang masuk kepada rekening masing-masing sekolah.
Lebih jauh dia mengatakan “bila ada oknum stap dinas yang menawarkan bahan material jangan

Rehabilitasi gedung SDN 1mekaraharja dipesoalkan



Majalengka

Pembangunan rehabilitasi ruang sekolah SDN I mekaraharja diduga pelaksanaan tidak sesuai dengan Rencana Anggaran Biaya (RAB), yang sumber dananya dari APBN Tahun 2015
Untuk meningkatnya kebutuhan dalam pendidikan, mendorong pemerintah Indonesia menyalurkan berbagai bantuan demi kelangsungan pendidikan di Indonesia, salah satunya adalah dana  sarana rehabilitas gedung sekolah sekolah dengan tujuan miningkatkan kwalitas pendidikan. Namun kebijakan turunya dana untuk pembangunan sarana sekolah tidak akan berhentinya masalah yang  muncul, terkait dengan penyelewengan dana rehab , dan ketidakefektifan pengelolan dana, tujuan dari pemerintah sendiri baik, namun terkadang sistem yang ada menjadi bumerang dan menghadirkan masalah baru,
SDN 1 Mekaraharja ya ng berlokasi di blok sukamandi desa mekaraharja kecamatan talaga kabupaten majalengka saat ini sedang melaksanakan rehabilitasi 3 ruang kelas dalam pelaksanaanya di gduga tidak sesuai petunjuk teknis / RAB. Bantuan rehabilitasi tersebut menggunakan anggaran APBN senilai 156.728.000. dan mebelair 21 juta.
Bantuan senilai 156 juta untuk merehab ruang kelas standar nasional namun SDN 1 Mekaraharja ruang kelas diduga tidak memenuhi standar pasalnya ruang kelas yang direhab htuk sekolah hanya memiliki ukuran 6,5 M Persegi sementara ukaran ruang kelas untuk sekolah dasar ukuranya 7 M persegi didua ada penguranga volume dari program perbaikan sekolah tersebut.
Kepala sekolah diduga mengambil alih semua urusan pembangunan mulai pecairan sampai pembelanjaan meterial bangunan tidakmelibatkan panitia dari unsur masyarakat atau komite papan proyek juga di sembunyikan di belakang terkesan supaya masyarakat tidak anggaran yang terpangpang.
H Suhendi kepala SDN 1 Mekararja saat dikomfirmasi media ini menjelaskan kami mendapatkan bantuan 3 ruang kelas untuk rehabilitasi mengenai ukuran itu sudah dari dulunya 6,5 meter persegi bantuan ini untuk rehab bukan untuk peluasan ruang kelas. Mengenai volume rehab akan disesuaikan dengan ukuran yang ada.
Dia menjelaskan dalam RAB memang ukuran standar ruang kelas bagi sekolah dasar itu 7 meter persegi bantuan yang turun  ini rehab, bila ada volume yang kurang karena ukuran ruang kelas ini 6,5 kami jadi kurang tahu persis

Pemprov dorong pembangunan MCK di majalengka



Majalengka
Program sanitasi bantuan Pemerintah provinsi Jawa barat untuk Kabupaten majalengka  yang diarahkan untuk membangun MCK dan septitank komunal dengan nilai total anggaran mencapai Rp 15 miliar diharapkan bisa sesuai dengan kebutuhan masyarakat.
Bantuan pemrintah untuk pembangunan sarana mandi, cuci dan kakus (MCK)  mendapat dukungan dari kalangan masyarakat, pemerintah daerah serta tokoh masyarakat di majalengka  Jawa barat. Pasalnya, selama ini masih banyak masyarakat miskin di wilayah tersebut yang membutuhkan MCK untuk kegiatan sehari-hari.
"Kami yakin program pembangunan MCK yang dilaksanakan dinas bina marga cipta karya  kabupatena majalengka di sejumlah desa dan  kecamatan sangat bermanfaat bagi para penerima bantuan tersebut," demikian dikatakan Nana Sunara kasi pemukiman saat ditemui media ini
Menurut Dedi R kepala dinas BMCK yang  diwakili Nana Sunara kasi perumahan  mengatakan “Kabupaten majalengka mendapatkan dana Rp 15 miliar untuk pembangunan 30  tempat Mandi Cuci Kakus (MCK) plus di 17 desa Satu desa ada yang  mendapat satu unit MCK dan ada yang  mendapat dua unit MCK  dengan anggaran pembangunan Rp 500 juta per unit. Dana itu bersumber dari APBD Provinsi Jawa Barat. Lokasi pembangunan MCK plus ditentukan langsung oleh provinsi sesuai ajuan proposal –masing desa
Pembangunan MCK plus merupakan program pemerintah provinsi. Sosialisasi pembangunan dilakukan pihak provinsi, sedangkan perencanaan dan pelaksanaannya melibatkan masyarakat dan rekanan. “Kemungkinan, kedepanya pembuatan MCK plus itu bisa berkelanjutan kepada desa lain,” jelas dia.
Masih dijelaskan  Nana Sunara “pembangunan MCK merupakan program yang digulirkan  pemerintah provinsi jawa barat,  program pembangunan MCK  itu nantinya akan memiliki saluran air dan septik tank komunal. Program ini untuk mencegah masyarakat buang air besar sembarangan dan menanamkan Pola Hidup Bersih dan Sehat, "Kami berharap MCK Komunal yang dibangun di lingkungan masyarakat juga bisa dimanfaatkan  masyarakat sekitar. Kami juga berharap penerima bantuan bisa memelihara bangunan tersebut tetap bersih," harapnya