Rabu, 07 Oktober 2015

KEGIATAN UDUL ADHA DI MAPOLRES MAJALENGKA, POLRES QURBAN SATU SAPI



MAJALENGKA
Menyambut hari raya idul adha 1436 hijriyah Kepolisian Resort Majalengka melakukan pemotongan 41 ekor kambing dan 1 ekor sapi  di halaman Mapolres Majalengka,
Dalam sambutannya Kapolres AKBP Yudhi Sulistianto Wahid,Sik mengatakan dengan semangat berqurban mengajak untuk tingkatkan integritas dan soliditas untuk senantiasa memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat.
Kapolres mengatakan daging kurban ini nantinya akan dibagikan ke fakir miskin, panti jompo, anak yatim piatu dan warga sekitar dan yang sudah tercatat 10 tempat Yayasan panti asuhan, dan warakawuri secara keseluruhan sebanyak kurang lebih 1000 bungkus plastik yang akan siap dibagikan.
Kapolres juga meminta kepada warga Majalengka agar tetap berlaku waspada atas aksi kriminalitas yang biasanya meningkat setiap momen pelaksanaan Hari Raya. “Terutama peternak hewan, biasanya momentum Idul Adha marak pencurian hewan, dan kepada anggota tetap jaga Kamtibmas dengan melakukan patroli rutin,” jelasnya
Dikatakan Kapolres meski melakukan pemotongan hewan kurban, Polres Majalengka juga tetap melakukan kegiatan pengamanan. “Personel tetap kita siagakan seperti biasa, terutama saat pelaksanaan shalat Idul Adha tetap kita siaga dan setiap Polsek juga ada petugas yang piket dan stand by,” ungkapnya.
Sementara menurut kabag sumda Kompol Ujang suhanda SH yang diwakili riyana S.Sos  kanit polres majalengka humas  menyampaikan bahwa yang melaksanakan qurban salahasatunya atas nama kopolres majalengka  satu ekor sapi, 41  kambing dari mulai wakapolres, para kabag, kasat,para kapolsek semajalengka serta jajaran polres majalengka, (AUDIN)

AKSI PEMUKULAN TERHADAP SISWA KEMBALI TERJADI



Majalengka
Kekerasan terhadap siswa kembali terjadi untuk kesekian kalinya. Kasus pemukulan oleh oknum guru terhadap muridnya, tampaknya masih saja mewarnai wajah dunia pendidikan di Indonesia.
Aksi kekerasan guru terhadap anak didiknya telah terjadi Pada bulan september ini pemukulan guru terhadap sejumlah muridnya, Ironisnya, aksi kekerasan tersebut dilakukan dengan dalih untuk pembelajaran dan menghentikan tindakan kasar para murid, baik terhadap sesama murid.
 Suganda oknum guru honorer  SDN bongas kulon II yang berlokasi di desa pancak suju kecamatan sumber jaya kabupaten majalengka terhadap  siswanya tergolong tindakan tak terpuji. Ganda  berdalih dia menampar  siswa kelas 4, dipicu oleh ulah siswa yang membuat gaduh saat jam istirahat.
 Tindakan kekerasan oleh guru seperti terjadi di  sekolah dasar kembali terjadi di majalengka seorang oknum guru SDN bongas kulon II melakukan kekerasan terhadap siswa hanya karena hal sepele, Tindakan sang guru membuat siswa merasa ketakutan.
Karsih orang tua siswa membenarkan bahwa anaknya yang berinisial G dipukuli oleh oknum guru” anak saya dituguh nakal oleh oknum guru yang akhirnya dipukuli dan dijambak rambutnya namun anak saya tidak berani menceritakan kejadian tersebut pada saya. “ujarnya.
 Lebih lanjut dia menjelaskan anak saya dipukul oleh guru padahal anak saya tidak pernah nakal yang belebihan anak saya pukul disaksikan oleh teman-teman sekelasnya.
Sementara menurut keterangan  saksi  teman sekelasnya saat diwawancara media ini menjelaskan G dituduh membuka aorat teman perempuan padahal yang nakal itu bukan G tapi ada ada siswa yang lain G hanya salah sasaran karena G Adalah siswa paling besar di antara teman sekelas yang lainya, G dijambak dan di gered laku dipukul mukanya kanan kiri plak-plak hingga bergelinangan airmata kesakitan.
Kasus dugaan pemukulan yang dilakukan salah seorang oknum guru terhadap siswanya di SD ditutup-tutupi Ala Spd Kepala Sekolah Dasar (SD)  berdalih sekolah dalam keadan kondusif, Menurutnya, apa yang telah diceritakan oleh sumber informasi kepada wartawan itu sama sekali tidak benar. Bahkan itu adalah pencemaran nama baik, karena tidak ada pemukulan yang dilakukan oknum guru SD bongas kulon terhadap siswa.
Menurut H. Didin anggota LSM GNPK majalenka  ''Oknum guru tersebut sudah melanggar Undang-undang Sistem Pendidikan Nasional yang melarang penggunaan kekerasan dalam mengajar.  juga melanggar HAM serta melanggar undang-undang perlindungan anak'' katanya
Aksi kekerasan oleh guru terhadap siswanya memang tidak bisa dibenarkan, selain tidak mendidik, tindak penganiayaan terhadap siswa dikhawatirkan membuat siswa jadi trauma atau justru malah terbiasa dengan aksi kekerasan.(AUDIN)

Rabu, 16 September 2015

Peringatan HUT RI Ke 70 Tingkat Kecamatan lemahsugih Berlansung Meriah



MAJALENGKA
Peringatan upacara HUT RI ke-70 tingkat kecamatan lemahsugih Kabupaten Majalengka berlangsung khidmat, dihadiri oleh puluhan ribu masyarakat, Senin (17/08) di lapangan bola pandawa desa lemahputih kecamatan lemahsugih.
Upacara diikuti oleh PNS di lingkungan kecamatan lemahsugih koramil, polsek, kepala KUA, UPTD  pendidikan, UPTD DINKES,seluruh kepala desa sekecamatan, Ormas,siswa siswi SDN, SMP, SLTA tokoh masyarakat serta tokoh agama, bertindak sebagai Inspektur Upacara camat lemahsugih Deden Supriatna S.Pd MM. Pd.
Camat lemahsugih Deden Supriatna. Membacakan sambutan sambutan bupati majalengka, dalam sambutanya mengatakan sebagai bagian dari bangsa Indonesia, sudah selayaknya kita memperingati HUT RI secara khidmat dan merenungkan kembali tentang perjuangan para pahlawan yang telah gugur untuk merebut kemerdekaan Republik Indonesia bahwa peringatan 70 tahun kemerdekaan ini adalah sebuah pengingat dan penanda bagi kita semua untuk makin kerja keras.
Upacara Pengibaran Bendera Merah Putih oleh Paskirbra dari gabungan pelajar siswa-siswik sekecamatan lemahsugih diiringi gema lagu Indonesia Raya yang dibawakan oleh paduan suara pelajar menambah khidmatnya upacara tersebut. Dilansungkan dengan pawai karnaval dari setiap desa yang ada di kecamatan lemahsugih aneka kesenian tradisionalpun ditampilkan oleh masing-masing peserta karnaval.
Selanjtutnya pembagian trofi bagi peserta lomba lomba yang diadakan oleh para pantia serta pemberian hadiah kepada kepala desa dalam rangka melunasi PBB yang Sebelumnya panitia telah mengadakan berbagai kegiatan perlombaan
dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun Kemerdekaan RI ke 70 Tingkat Kecamatan lemahsugih, Panitia Hari Ulang Tahun RI Tingkat Kecamatan  melakukan serangkaian acara, acara diawali dengan kegitan lomba lomba dengan pesrta terbuka untuk masyarakat umum.
 Ketua panitia Drs Nono Darsono yang di damping Deden Supriatna S.Pd. MM Pd. Di sela-sela kegiatan mengatakan “ alahamdulillah berkat kerjasama dengan berbagai pihak rangkaian kegiatan hari ulang tahun kemerdekaan ini berlajaln lancar hal tersebut adalah berkat kerja keras semua pihak.
Lebih lanjut dia mengatakan di hari ulang tahun kemerdekaan ini ada yang istimewah karena puluhan ribu warga masyarakat datang ke lapang bola pandawa untuk mengikuti upacara dan pawai karnaval yang istimewah lainya yaitu pasukan paskibra menampilakan pormasi baris berbaris hal tersebut merupakan  kerja keras dari pelatih sersan bandi anggota koramil kec lemahsugih, muadah-mudahan kedepannya kegitan ini dapat dipertahankan. Ujarnya.(AUDIN)

UPTD puskesmas terus memberikan peningkatan pelayanan melalui kegiatan GEBRAK



Majalengka
Pusat Kesehatan Masyarakat sebagai salah satu jenis fasilitas pelayanan kesehatan tingkat pertama memiliki peranan penting dalam sistem kesehatan nasional, khususnya subsistem upaya kesehatan.
Penyelenggaraan Pusat Kesehatan Masyarakat terus ditata ulang untuk meningkatkan aksesibilitas, keterjangkauan, dan kualitas pelayanan dalam rangka meningkatkan derajat masyarakat serta menyukseskan program jaminan sosial nasional.
promosi kesehatan (health promotion) telah menjadi bidang yang semakin penting dari tahun ke tahun. telah terjadi perkembangan yang signifikan dalam hal perhatian fublic mengenai masalah promosi kesehatan. Penyelenggaraan promosi kesehatan dilakukan dengan mengombinasikan berbagai strategi yang tidak hanya melibatkan sektor kesehatan belaka, melainkan lewat kerjasama dan koordinasi segenap unsur masyarakat. promosi Kesehatan yaitu program pelayanan kesehatan puskesmas yang diarahkan untuk membantu masyarakat agar hidup sehat secara optimal melalui kegiatan penyuluhan (induvidu, kelompok maupun masyarakat). demikian dikatakan Ramli SKM progremer PROMKES UPTD puskesmas saat ditemui media ini.
UPTD PUSKESMAS kecamatan lemahsugih kabupaten majalengka terus memberikan pelayanan terhadap masyarakat dan mempromosikan kesehatan masyarakat,  dengan berbagai cara serta kegiatan salahsatunya kegitan  gerakan bersama masyarakat (GEBRAK) kegitan  tersebut  sekaligus dalam rangka memeriahkan HUT  RI ke 70 adapun kegitan yang telah dilaksanakan yaitu pemeriksaan, penilaian lomba bayi BATITA dan BALITA sehat,  fisik/screening kesehatan, penyuluhan/ kader,  penyuluhan kelompok/mitra dengan paraji, senam lensia,cerdas cermat tingakat sekolah SD/ MI, lomba mewarnai TK/PAUD,lomba melukis tingkat SD dan SLTP sekecamatan, lemahsugih kabupaten majalengka,
Menurut kepala UPTD PUSKESMAS H Aep Saeful R. SKM yang didampingi Ramli progremer promkes memaparkan “yang dilaksanakan UPTD puskesmas lemahsugih penyebaran informasi dalam bidang kesehatan yang melibatakan berbagai sektor atau lapisan masyarakat serta melibatkan UPTD pendidikan dan mengundang  kader dokter kecil untuk mengikuti cerdas cermat, kader kecil  UKS, mengadakan kemitran dengan paraji penyuluhan dengan kelomppok kader usaha kesehatan berbasis masyarakat (UKBM) dengan kader POSYANDU, dalam kegiatan gebrak meliputi senam lansia, pemerikasan fisik fisik/screening  kegiatan kelompok penyuluhan kelompok bagi masyarakat yang berada di kecamatan lemahsugih.
Dia memabahkan puskesmas mempunyai melaksanakan tugas kebijakan kesehatan untuk mecapai tujuan kesehatan diwilayah kerja dalam rangka mendukung terwujudnya  kecamatan serta masyarakat sehat upaya ini dalam rangka melaksanakan peraturan mentri kesehatan nomor 75 tahun 2014 tentang kesehatan msyarakat, Promosi kesehatan dipuskesmas merupakan tanggung jawab bersama antara petugas, pengunjung maupun masyarakat. Petugas puskesmas diharapkan menjadi teladan perilaku sehat dimasyarakat dan melahirkan gerakan pemberdayaan masyarakat.harapnya. (AUDIN)

Puluhan Warga Desa Kagok Demo Balai Desa, Tuntut Aparat Desa Penerima BLSM Mundur



Majalengka
Puluhan warga Desa Kagok Kecamatan Banjaran Kabupaten Majalengka gruduk Balai Desa Kagok. Mereka menuntut Kades Mukhlis memberhentikan dua orang aparat desa yakni Kaur Pemerintahan Toharudin (46) dan Kaur Keuangan Marisak. Informasi yang dihimpun kedua aparat desa tersebut sering melakukan kecurangan dan nepotisme seperti masalah beras raskin dan BLSM atau dulu disebut BLT.
Suasana sempat memanas karena kedua pihak yang pro dan kontra hadir di balai desa yang kemudian menggelar audiensi dengan dihadiri Camat Banjaran Amay Kamaludin, Kepala Desa Muklis, Ketua BPD H. Sunaryo dan Tokoh masyarakat dengan dijaga aparat Polsek Banjaran dan Satpol PP.
“Apakah pantas seorang Kaur Keuangan atau aparat desa mendapat BLSM sementara ada warga yang lebih layak menerima,” kata Ali salah seorang tokoh pemuda dalam audiensi di balai desa Kagok. Warga lainnya Towil mempertanyakan kinerja kaur pemerintahan yang dinilainya tidak memuaskan dan jauh dengan masyarakat. “Bahkan aparat desa lain pun sampai men cap jelek kaur keuangan desa Kagok arogan,” katanya.
Kepala Desa Kagok Muklis menjawab tuntutan warga mengatakan akan memusyawarahkan hal tersebut dengan Badan Permusyawaratan Desa (BPD). “Disini masalah pengangkatan dan pemberhentian aparat desa hak preogatif Kepala Desa, kami minta dua hari untuk memutuskan hal ini,” kata Muklis.
Sementara mengenai Kaur Keuangan yang mendapat BLSM/BLT, menurut Muklis itu merupakan pendataan BPS tahun 2010 dan bukan pemerintah desa Kagok yang melakukan pendataan. “Pendataan kaur keuangan mendapat BLSM bukan kewenangan Pemerintah Desa, tapi dilakukan sensus oleh pihak luar tahun 2010 lalu,” ungkapnya.
Sementara Ketua BPD H. Sunaryo mengatakan aspirasi warga akan dimusyawarahkan antara BPD dengan Kepala Desa dengan mempertimbangkan aspirasi warga. “Setelah ini diharapkan tidak kubu-kubuan dan warga tidak terpecah, mari membangun bersama. Dua hari ke depan kami akan putuskan ini,” jelasnya.
Camat Banjaran Amay Kamaludin mengatakan pihaknya akan menyetujui siapa pun aparat desa yang disodorkan oleh Kepala Desa yang merupakan hasil musyawarah BPD dan warga desa. “Kewenangan kita hanya memberikan rekomendasi sesuai UU Desa dan Perda Desa, SK pengangkatan aparat desa sendiri dari Kepala Desa,” jelasnya. (AUDIN)

Sejumlah Proyek PSDA di majalengka diduga asal-asalan



Malalengka
            Belasan proyek irigasi pengairan dikabupaten majalengka diduga asal-asalan hal ini terlihat saat awak media melakukan investigasi ke beberapa lokasi yang ada di majalengka salahsatunya proyek di laksanakan di desa banjaran kecamatan banjaran serta proyek irigasi di desa lebakwangi, desa jaga mulya kecamatan malausma  desa sindanghurip  kecamatan bantarujeg, desa ranji, desa baturuyuk kecamatan kasokadel, desa jatipamor kecamatan panyingkiran, desa palabuan kecamatan sukahaji desa cihaur, serta desa pasanggrahan  kecamatan maja  Pelaksanaan proyek tesebut lemah dari pengawasan dinas terkait sehingga diduga para pemborong nakal memanfaatkan untuk melakukan tindakan korupsi dari pengurangan bahan material, diantaranya pencurian pondasi seharusnya memiliki kedalaman yang maksimal ternyata diguga tidak memakai pondasi serta kebekan seharusnya tembok memiliki ketebalan yang malasimal ternyata beda dengan kenyataan
Salasatu pengerjaan yang dilaksanakan oleh CV dini yang berlokasi di desa pasanggrahan diduga tidak memiliki pondasi yang dalam serta diduga ada pengurangan volume selain itu adanya dugaan para pejabat di lingkungan PSDA yang mempunyai paket pekerjaan irigasi dengan sistem pimjam bendera purusahaan   orang lain untuk menyamarkan supaya tidam menimbulkan kecurigaan dan cemburu sosial semua pihak.
Sementara menurut Kepala bidang PPI Nana saat dikomfirmasi media ini berdalih tidak pernah punya paket proyek pengerjaan irigasi di wilayah manapun. Kalapun ada sumber informasi yang bahwa punya proyek irigasi tunjukan dimana lokasinny serta berapa paket itu gosip saja jelas-jelas saya tidak punya mengelola pekerjaan irigasi.
Selanjutnya ketika ditanya soal pengerjaan oleh pihak rekanan yang diduga tidak sesuai dengan bestek, kabib PPI mengatakan akan langsung turun lokasi pengerjaan, bila terbukti tidak sesuai dengan bestek akan saya tindak sesuai dengan aturan yang berlaku.
 Sementara menurut Dani P sekertasis LSM LPPRI Mengatakan “ lemahnya pengawan dari dinas PSADFE Kabupanten majalengka membuat semjumlah proyek irigasi pengairan diduga banyak yang tidak sesuai dengan BESTEK hal tersebut dimanfaatkan oleh para rekanan yang ingin meraup keuntungan dengan cara mengurangi volume hal ini perlu pendapatkan perhatian khusus dari dinas terkait agar pelaksanaan infrastuktur untuk pertanian memeliki kwalitas yang bagus. Ujarnya(AUDIN)

PROYEK INFRASTUKTUR JALAN DIDUGA BERMASALAH


 
Majalengka
Proyek rehabilitasi jalan yang diduga menggunakan anggaran Tahun 2015 Dari Dinas BMCK Kabupaten majalengka di Desa maja utara, Kecamatan maja diduga bermasalah. Selain tidak ada papan proyek yang terpasang, dikerjakan pun diduga tidak sesuai perencanaan.
 Lemahnya pengawasan dinas bina marga cipta karya (BMCK) mengakibatkan kerugian negara, diduga para pemborong nakal memanfaatkan untuk melakukan tindakan korupsi dari pengurangan bahan material, diantaranya pencurian volume ketebalan tembok dan pasangan pondasi.
Salasatu pengerjaan jalan berikut draenasenya didesa maja utara menyambukan ke desa pasanggrahan dengan panjang 750 M yang kerjakan oleh rekanan (pemborong) CV banda sekarwangi diduga dalam pelaksanaan proyek tersebut bermasalah, hasil pantauan media ini beberapa waktu lalu  Pengerjaan draenase dan TPT tidak memiliki pondasi dan ketebalan tembok  yang maksimal diduga pihak pelasana pencuri volume dari proyek tersebut,  pengerjaan dranasce saat ini sudah retak bahkan ada yang mengelupas karena campuran material adukan kurang maksimal.
 Pihak pelaksana kegitan perbaikan jalan sulit untuk di komfirmasi karena selalu tidak ada dikantornya.  Dion salahseorang pemilik CV banda sekarwangi saat dihubungi via telapon menyampaikan “bahwa saya tidak punya pekerjaan proyek jalan  di kecamatan maja.”dalihnya.
Rucyana kabid bina marga kabupaten majalengka saat dikomfirmasi media ini mengatakan “dalam pengerjaan proyet pengaspalan ada pengawas dari dinas jadi tolong hubungi pengawas dan kepala UPTD BMCK kecamatan maja  selaku direksi dari proyek tersebut atau hubungi pihak pelaksana pekerjaan.
Sementara menurut Bangbang heru kepala UPTD bina marga kecamatan maja yang didampingi Suhata pengawas proyek mengatakan “ pada saat pematokan sebelum pekerjaan dimulai ada Dion pihak dari CV banda sekarwangi tapi ketika sudah tahap pengerjaan kami tidak pernah bertemu dengan pelaksana atau pihak rekanan.
Lanjut dia” kami pihak pengawas bukan berarti tidak tegas atau lemah dalam mengawasi proyek pengerjaan jalan  namun kasihan bila perkerja di hentikan dan pada saat itu kami disibukan dengan pengawasi proyek yang lainnya. Dikecamatan maja terdapat 65 paket proyek namun hanya memiliki 5 orang pengawas. Ujarnya (AUDIN)