Jumat, 23 Januari 2015

DANA BANTUAN YANG TURUN KE DESA SINDANGWANGI TIDAK TRANSFARAN



DANA BANTUAN YANG TURUN KE DESA SINDANGWANGI TIDAK TRANSFARAN

MAJALENGKA
            Program bantuan yang dikucurkan ke desa  merupakan program pemerintah  yang tujuanya untuk mempercepat pembangunan dipedesaan sehingga kebutuhan masyarakat akan lancarnya  baik inprastuktur maupun yang bekaitan dengan kepentingan warga masyarakat
            Untuk meningkatakan infrastuktur desa pemerintah terus menerus mengucurkan dana bantuan ke desa baik dari pemerintah pusat maupun pemerintah daerah salahsatu bantuan yang telah diberikan kepada desa yaitu progaram infrastuktur dasar desa dari pemerintah jawa barat serta bantuan ADD dan bantuan RUTILAHU Seperti halnya yang di terima oleh desa sndang wangi kecamatan sindangwangi kabupaten majalengka yang beberapa waktu lalu telah dilakasanakan namun sangat disayangkan bantuan yang di berikan pemeintah tidak tranfaran hingga muncul dugaan adanya pengurangan volume Diduga dalam pelaksanaannya tidak sesuai dengan RAB sehingga berpotensi merugikan uang negara.
            Dari dana ADD  senilai 128 juta dan dana infrastuktur senilai  100 juta pelaksanaanya diduga tidak sesuai dengan harapan sehingga ada uang lebih yang di manfaatkan untuk kepentingan pribadi.
            Diduga dana ADD senilai 128 serta dana infrsatuktur desa senilai 100 yang telah dilaksanan oleh pihak desa tidak sesuai bahkan dari dana tersebut ada uang yang tercecer dan pelasanaan RUTILAHU ada manipulasi harga sehingga dari pembelanjaan bahan material tidak ada keterbukaan,
            Sumber informasi media ini mengatakan dari bantuan RUTILAHU pihak penerima mamfaat hanya di berikan bahan material seperti yang terjadi pada salahaseorang warga “ kami hanya menerima bantuan bahan material  sperti kayu satu ikat kayu balok dan dua ikat kayu kaso, tujuh karung semen, tujuh dus kramik, satu mobil kecil pasir, 20 GRC, 3 kaleng  CAT serta risplang, hanya itu yang diberikan oleh pihak desa dengan panitia LPM selanjutnya kami tidak tahu nota pembelanjaan
             Suherman PJS kades sindangwangi saat di komfirmasi bedalih pelaksanaan program sudah sesuai dengan pengajuan adapun uang yang tercecer  kami rasa sanagat kecil hanya
Kurang lebih 5%  sementara dari program bantuan pemerintah jawa barat senilai 100 juta untuk rehablitasi gedung kantor desa  nambah dua ruangan karena sebelumnya tanah kosong
            Dia menambahkan “ untuk bantuan RUTILAHU itu ada panitianya dalam program RUTILAHU panitia yang belanja bahan material penerima manfaat hanya diberikan bahan yang disesuaikan dengan kebutahan masing-masing karena kebutuhan tiap penerima itu tidak sama untuk nota atau kwetansi pembelanjaan bahan material itu betul tidak terbuka tapi semua nota atau kwetansi pembelanjaan itu ada di panitia, ujarnya.
            Entah  apa yang ada dibenak PJS kepala desa bernama suherman ketika awak media selesai mengomfirmasi tiba-tiba suherman memberikan uang senilai 100 ribu rupiah dan berdalih bahwa anggaran sudah habis,  awak menolaknya karena uang yang berikan adalah uang bantuan untuk infrastuktur yang di selewengkan oleh kades nada malu suherman kembali memasukan uang kedompetnya.
            Sementara ketua LPM dan selaku pelaksana RUTILAHU saat dihubungi lewat telepon  berdalih “ semua bahan material sudah di berikan kepada penerima bantuan RUTILAHU disesuaikan dengan kebutuhan adapun kwetansi sengaja tidak diberikan pada tiap-tiap penerima tapi kwetansi Dari toko penyedia bahan material itu ada semua bendahara silahakan tanya saja kepada bendahanya. kata ketua LPM sambil menutup teleponnya.(AUDIN)

Pihak rumah sakit cideres akui kelemahan serta pelayanan terhadap pasien



DIDUGA DIPAKSAKAN INJEKSI TIBA-TIBA PASIEN BADANNYA GATAL DAN PANAS TINGGI 
Majalengka
Sudah jatuh tertimpa tangga. Pribahasa tersebut sama persis dengan apa yang dirasakan asep warga Desa ligung  kabupaten majalengka. Pasien penderita demam tersebut, kini penyakitnya bertambah. Tubuhnya tiba-tiba gatal dan panas. Kenapa?
Asep  benar-benar bernasib sial. Setelah sekitar empat  hari dirinya menginap di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) cideres majalengka, lantaran menderita penyakit demam , bukan sembuh yang didapatkannya, malah kini penyakitnya bertambah. Penyebabnya, asep diduga  dipakasakan di injeksi  saat dirawat di rumah sakit  tersebut. Berdasarkan keterangan dari pasien pada jam 1 siang akan di injeksi salah satu perawat melakukan poisikotes di tangan saya serta dikasih tanda lingkaran perawat bilang tunggu sampai 15 menit  tiba-tiba jam aplus atau brganti sip dari siang ke sip malam datang salahseorang perawat dan langsung melakukan injeksi kepada saya dalam hitungan menit badan saya terasa gatal semua dan merah merah serta panas tak terhingga, ujar asep saat ditemui diruangan elang RSUD cideres.
Asep yang merupakan pasien korban dari dipakasakan injeksi saat ditemui mengatakan ‘ sebelumnya saya pernah bilang kepada orang yang mau melakukan injeksi  bahawa waktu di pisikotest tangan ini berasa gatel tapi karena yang melakukan pisikotest tersebut pipulang karena jadwal sudah diganti datang seorang perawat yang langsung melakukan injeksi dari reaksi obat itu bagan saya gatal semua dan panasnya minta ampun hingga saya tidak bisa tidur semalaman.
Kepala RSUD cideres yang diwakili dr rizal kepala bidang pelayanan membenarkan bahwa asep adalah pasien diruang elang dan menderita pengakit demam kejadian injeksi itu saat akan pergaitian perawat dari bagian siang ke bagian malam  perawat kami sebelumnya sudah melakukan pisikotest dan hasilnya negatif  jadi perawat langsung melakukan injeksi   waktu itu pasien tidak bilang gatal menurut kami tindakan yang dilakukan oelah perawat itu sedah sesuai dengan aturan. Ujarnya
Dr rizal yang  didampingi fujianto mengakui “kami pihak rumahsakit  umun cideres memang dalam pelayanan kurang maksimal banyak kelemahan dengan kejaian ini kami bisa introfeksi bagaimanapun kami dalam pelayanan ini tdak sempurna 

Kamis, 11 Desember 2014

PEMBANGUNAN DI DESA BONGAS WETAN TERUS TINGKATKAN



 PEMBANGUNAN DI DESA BONGAS WETAN TERUS  TINGKATKAN
Majalengka
Berhasil tidaknya program-program pengelolaan Pemerintah pusat, Provinsi maupun Daerah memberikan pelayanan kepada masyarakat dapat diukur dari keberhasilan di tingkat Desa sebagai ujung tombaknya
Pemerintah desa bongas kulon kecamata sumberjaya  Kabupaten  Majalengka terus menggenjot beberapa pembangunan khususnya pemenuhan di bidang infrastruktur maupun sarana dan prasarana lainnya. Terbukti  dengan berbagai program dikucurkan ke desa tersebut telah dirasakan oleh masyarakat.
Selanjutnya rencananya infrastruktur  desa  akan dibuat berdasarkan musyawarah dengan berbagai pihak,diharapkan dengan adanya program infrastuktur tahun ini dan tahun mendatang  akan menunjang roda perekonomian warga masyarakat desa bongas wetan
Menurut kepala desa bongas wetan Suheti saat di temui menjelaskan “kami pihak desa terus berupaya dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat berharap kedepanya ingin mensejahtrakan masyarakat di berbagai bidang  dan desa selalu berkejasama dengan berbagai pihak diantaranya lembaga yang ada didesa yaitu BPD, LPM, tokoh agama, tokoh masyrakat, untuk ikut berperan aktif dalam rangka mengusung visi desa kami, “jelasnya
Lebih jauh dia mengatakan "Karena kami sadari bahwa memajukan perbaikan infrastuktur jalan dan pembangunan yang lainnya  sangat penting dan menjadi modal dasar bagi kelanjutan hidup kita, yang memang sudah menjadi kesepakatan kita dalam upaya mensejahtrakan masyarakat," katanya.
Suheti selaku kepala desa bongas kulon menyampaikan “Kami pihak berharap dukungan dari semua pihak masyarakat maupun pemerintah guna memajukan dan melaksanakan program pembangunan desa  kedepan, tanpa adanya kepercayaan,dukungan dari semua pihak termasuk Pemerintah dan aparatur desa serta masyarakat tidak mungkin program tersebut dapat berjalan dengan baik,” Pungkasnya.(AUDIN)

Rehab Ruang Kelas SDN Mekarmulya Diduga menyimpang



Kepala sekolah memblelo saat dikomfirmasi wartawan
Rehab Ruang Kelas SDN Mekarmulya Diduga menyimpang
Majalengka
Nasib dunia pendidikan masih lahan empuk korupsi. Pengucuran Dana Alokasi Khusus (DAK) tahun 2014  untuk bidang pendidikan, sekolah SDN mekarmulya II yang di peruntukannya untuk merehabilitas tiga Ruang kelas diduga sarat dengan penyimpangan dan bahkan sudah mengarah ke ajang Korupsi. rehabilitas ruang kelas SDN mekarmulya II yang dikerjakan oleh kepsek sekolah tersebut  dengan anggarannya mencapai Rp. 135,000,000. bersumber Dana DAK 
SDN mekarmulya II  yang berlokasi di desa Mekarmulya  kecamatan kertajati  kabupaten majalengka, dana senilai 135  juta sedianya untuk merehab tiga ruang kelas serta pengembangan ke ruang kelas yang lainya karena dalam RAB anggaran untuk pengembangan itu tersedia  diduga dana tersebut tidak dialokasikan.
Dari hasil investigasi media ini adanya dugaan penyimpagan dana dalam pelaksanaan pembangunan tersebut hal ini terlihat dari bangunan yang telah selesai tapi bahan material kayu diduga campuran dengan kayu kwalitas yang tidak masuk standar nasional penyimpangan lainya pada kwalitas cat tembok yang yang tidak sesuai dengan RAB
Menurut usup S.Pd kepala SDN mekarmulya II  saat dikomfirmasi media ini nenyampaikan  kami mendapatkan rehab senilai 135 juta untuk tiga ruang kelas pengerjaan rehab ini sudah hamper selesai adapun tidak sesuai dengan RAB karena ini namanya rehab bila ada yang perlu diganti pasti akan diganti kami tidak mengganti semuanya hanya tambal sulam saja untuk cat itu sudah dilaksanakan meskipun tidak sesuai dengan RAB yang penting tembok dicat dan terlihat baru.
 Dia menambahakan “untuk  pengembangan rehab itu memang ada anggaranya  kurang lebih 10 juta sengaja tidak alokasikan karena kami ada peluasan ruangan yang tadinya ukuran 7x5 sekarang ditambah lebarkan menjadi 7x7  itu anggaran dari pengembangan yang nilainya kurang lebih 10 juta. Ujarnya.
Usup S.Pd. ketika dikomfirmasi masalah ada volume yang diduga menyimpang serta dana pengembangan yang diduga digelapkan, “ sudahlah wartawan jangan terlalu banyak bertanya kekurangan atau kelemahan di sekolah ini kami sudah pusing penat  jangan terlalu jauh bertanya  yang namanya manusia pasti ada salah ucap kepala sekolah dengan nada emosi.(AUDIN)

WARGA DESA JATISAWIT RASAKAN PEMABANGUNA N INFRASTUKTUR



WARGA DESA JATISAWIT RASAKAN PEMABANGUNA N INFRASTUKTUR

Majalengka

Dalam rangka menggerakkan potensi desa, dalam upaya mewujudkan desa sebagi pusat ekonomi maka Pemerintah  desa jatisawit  kecamatan kasokandel kabupaten majalengka   secara bertahap terus membangun infrasuktur desa yang ada di masing-masin blok , komitmen untuk membangun infrastuktur desa ini dilandasi oleh kebijakan untuk meningkatkan akselerasi di desa yang pada akhirnya dapat meningkatkan kesejahteraan, salahsatu program yang telah dilaksanakan dintaranya pembangunan infrstuktur jalan sepanjang 1066 KM serta pembuatan tebing penahan tanah, 
"perbaikan jalan dilingkungan desa diprogramkan berdasarkan musyawarah dengan berbagai pihak,diharapkan dengan adanya program perbaikan jalan tahun ini akan menunjang roda perekonomian warga masyrakat desa jatisawit, demikian dikatakan syarif hidayat PJS kepala desa jatisawit saat ditemui progresifjaya
Setelah dipercaya untuk menjabat kepala desa jatisawit Kecamatan  kasokandel Kabupaten majalengka, banyak hal yang diperbuat untuk warganya. Baru beberapa bulan di amanahkan oleh camat dan dilantik menjadi PJS  kepala desa, Syarif hidayat melaksanakan amanahnya yaitu  perbaikan jalan dilingkungan desa dan pembutan TPT meskipun hanya di amanahkan jadi PJS dia berharap desa jatisawit harus maju dan berkembang di segala bidang
Menurut syarif hidayat selaku PJS kapala desa jatisawit saat ditemui  menjelaskan “saat ini kami dengan para perangkat desa telah bersama-sama melakukan perbaikan jalan meliputi jalan lingkungan desa yang anggaranya dari dana ADD tahun ini senilai 77 juta serta pembutan penahan tebing tanah yang anggarany dari pemerintah provinsi jawa barat melalui dan infastuktur dasar pedesaan senilai 100 juta,
Lebih lanjut dia mengatakan “saya mengucapkan terimakasih kepada camat kasokandel yang telah memberikan amanah kepada  saya dan  sumua pihak yang terilibat dalam  program pembanguan sarana pedesaan, yang alhamdulilah berkat kerja denag berbagai pihak pelaksanaan perbaikan jalan ini lancar tanpa ada kendala sedikitpun, “tambahnya. (AUDIN